(Masyarakat) Adat dan Alam


DATA The World Conservation Union tahun 1997 mencatat bahwa dari sekitar 6.000 kebudayaan yang ada di dunia, 4.000-5.000 (sekitar 70%-80% dari total masyarakat budaya di dunia) diantaranya adalah masyarakat adat. sebuah jumlah yang sangat besar dan tidak dapat dikesampingkan, meskipun dalam kerangka dominasi ekonomi serta kemajuan iptek mereka selalu termarginalkan.

Namun bagaimana mereka memandang alam dan tanah sebagai sesuatu yang mempunyai peranan penting dan sakral adalah hal yang perlu kita cermati dan renungkan. Tanah bagi masyarakat adat adalah sumber kehidupan bagi manusia maupun semua makhluk di dalamnya. Bahkan dalam arti tertentu, tanah bukan sekedar sumber kehidupan, karena dia adalah kehidupan itu sendiri. Ia adalah “ibu” yang memberi hidup dan memancarkan kehidupan, ia memberi makna pada kehidupan.

Tanah mempunyai dan memberi makna ekologis, sosila, spiritual dan moral bagi manusia dan makhluk hidup lain. “tanah bukan sekedar rahim bagi reproduksi kehidupan biologis, melainkan juga reproduksi kehidupan budaya dan spiritual (di dalamnya) begitu ucap Vandana Shiva. Hal yang (sudah dan seringkali) dilupakan…..

* Sebuah catatan dari “Etika Lingkungan” (A. Sonny Keraf), sumber gambar silakan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s