Masalah Urban dan Mengatasi Macet


Kemacetan di Jakarta

PERKEMBANGAN kota besar di Indonesia berjalan begitu cepat,tiada hentinya. Kota besar seakan menjadi sebuah mesin industri yang terus berputar tanpa mengenal waktu. Tapi mobilitas yang begitu tinggi menimbulkan dan meninggalkan permasalahan kompleks. Setiap hari hampir semua warga kota bergerak dan melakukan mobilisasi massal menuju tempat beraktifitasnya masing-masing, maka yang terjadi adalah kemacetan dan kesemerawutan jalur transportasi.

Para ahli dari berbagai disiplin ilmu berlomba-lomba memberikan solusi atas permasalahan ini. Hampir di setiap waktu baik di media cetak maupun elektronik para ahli mengeluarkan pendapatnya tentang solusi masalah kemacetan dan kesemerawutan tersebut. Apa yang terjadi seakan-akan terjadi perang pendapat untuk membentuk opini publik. Sebenarnya solusi yang ditawarkan memiliki tujuan yang sama yaitu keluar dari sebuah kompleksitas permasalahan kemacetan kota dengan penataan sistem transportasi kota. Imbas yang diperoleh dari penataan tersebut selain penurunan tingkat kepadatan lalu lintas adalah pernurunan kadar carbon di udara. Efek lanjutnya adalah berkurangnya tingkat polusi udara. Selain itu dengan pengaturan sistem transportasi berdampak pada pengurangan waktu tempuh perjalanan. Diharapkan dengan semakin berkurangnya waktu tempuh berkendaraan ini akan memperbanyak waktu produktif yang bisa dipergunakan warga kota untuk kegiatan lain terutama kegiatan yang berkaitan dengan keluarga.

Ada beberapa pemikiran yang bisa dipakai dalam mencari jalan keluar dari permasalahan transportasi kota merunut dari dua arus utama pemikiran dari ahli transportasi kota dan ahli penataan kota. Pemikiran berikut ini terbagi dalam dua prioritas skala waktu yaitu jangka pendek (termasuk jangka menengahnya) serta jangka panjang. Prioritas waktu jangka pendek ini merupakan solusi yang paling cepat dalam memecahkan atau setidaknya mengurangi permasalahan transportasi kota terutama kemacetan dan kesemerawutan. Beberapa cara yang bisa dilakukan diantaranya:

Tabloid Hunianku edisi 17

A. PERBAIKAN SISTEM TRANSPORTASI MASSAL
Salah satu alasan mengapa orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi adalah faktor kenyamanan. ‘Kenyamanan’ ini mencakup pula faktor keamanan, privasi yang lebih terjaga, tidak harus berpanas-panas dan berkeringat. Berangkat dari faktor-faktor tersebut maka yang perlu dilakukan dalam pengembangan model sisem transportasi massal adalah pernyediaan sarana transportasi (baik bus ukuran besar maupun kecil, komuter) yang nyaman, memberikan rasa aman kepada pengguna. Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa sarana tranportasi tersebut mempunyai tarif terjangkau karena memang ditujukan kepada semua lapisan masyarakat. Jarak jangkau dan ketersediaannyapun perlu menjadi perhatian utama. Pengertian jarak jangkau di sini,sistem yang dirancang mampu menjangkau semua wilayah di kota tersebut selain itu pengguna atau penumpang cukup membeli satu tiket untuk menuju ke semua tujuan. Sistem ini sudah diterapkan pada transjakarta (busway) di Jakarta.

B. REGULASI TARIF PARKIR
Ada satu hal yang terkadang terlupakan dan tidak terpikirkan. Sering ditemui bahwa di tempat-tempat strategis yang umumnya berada di pusat kota,pihak gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan sejenisnya menyediakan area parkir yang demikian luas dan tarif murah. Alih-alih yang dijadikan alasan adalah untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung atau pengguna gedung serta sebagai sebuah fasilitas penunjang. Pernahkah terpikir bahwa penyediaan lahan parkir yang demikian luas di satu sisi akan banyak merubah peruntukkan lahan dan kontur sebuah kota di sisi lain seakan menjadi sebuah pemicu dan pemacu bagi masyarakat untuk berlomba-lomba memakai kendaraan pribadi. Perlu ada upaya sistematis untuk meminimalkan peningkatan jumlah kendaraan pribadi terutama di pusat-pusat kota (down town). Area parkir di pusat kota dan pusat kegiatan dibatasi selain itu perlu adanya peraturan yang mengatur mengenai tarif parkir. Beban tarif parkir di pusat kota yang dibuat tinggi sedikit banyak akan mengurangi volume kendaraan di tempat tersebut. Tentunya langkah ini harus diimbangi dengan penyediaan sarana transportasi massal yang sangat layak dan memadai. Sehingga pemerintah kota setempat tidak mengebiri hak-hak warga kotanya.

C. REGULASI TENTANG KEPEMILIKAN KENDARAAN PRIBADI
Kondisi jalan raya yang semakin bertambah semerawut salah satu penyebabnya adalah peningkatan volume kendaraan terutama kendaraan pribadi. Selain karena sarana transportasi massal yang tidak memadai, peningkatan ini disebabkan kemudahan masyarakat dalam memiliki kendaraan pribadi. Kondisi perekonomian yang cenderung kurang stabil ternyata tidak menyurutkan langkah masyarakat untuk memilki kendaraan pribadi (beroda empat maupun dua). Hal ini ditunjang dengan rendahnya suku bunga kredit kepemilikan kendaraan. Banyak dijumpai dealer-dealer memberikan kemudahan kredit kendaraan (terutama sepeda motor) hanya dengan menyetor uang muka yang relatif terjangkau,maka kendaraan sudah bisa dibawa pulang. Dalam hal ini pemerintah selaku regulator perlu melakukan tindakan tegas agar kondisi ini tidak berlarut-larut. Berdasarkan survey peningkatan jumlah kendaraan roda dua (sepeda motor) di Indonesia dalam delapan tahun terakhir mencapai 82%. Sebuah angka yang demikian fantastis mengingat kecenderungan terjadinya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

D. REGULASI TARIF BBM BAGI KENDARAAN PRIBADI
Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan pemasok utama bahan bakar bagi kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat dengan sendirinya akan meningkatkan konsumsi BBM. Di satu sisi dengan kondisi dunia yang mulai mengalami krisis minyak dan peningkatan kadar carbon di udara sebagai akibat pemakaian minyak perlu disikapi pemerintah dengan arif. Perlu dialakukan upaya simultan bagaimana mengurangi konsumsi minyak dan polusi udara yang ditimbulkan dari sisa buangan minyak. Jumlah pemakai kendaraan yang cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun harus diambil sebuah langkah tegas. Pemerintah kota bisa memberlakukan penarifan berbeda bagi pemakaian BBM untuk kendaraan pribadi maupun transportasi massal. Harga jual BBM untuk kendaraan pribadi dibuat lebih mahal dibandingkan dengan untuk angkutan umum (transportasi massal). Langkah ini setidaknya untuk meminimalkan pemakaian kendaraan pribadi.

E. UJI EMISI DAN PEMBATASAN USIA KENDARAAN
Cara lain yang dapat dilakukan untuk menekan pertambahan jumlah kendaraan adalah dengan memberlakukan uji emisi bagi semua kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Sebenarnya cara ini sudah lazim dilakukan oleh pemerintah kota dimanapun,namun biasanya hanya diberlakukan bagi kendaraan angkut dan berat seperti bus dan truk selain itu tindak lanjut pasca uji emisi menjadi tidak efektif. Karena sering dijumpai masih banyak pelanggaran-pelanggaran di lapangan. Perlu upaya tegas pasca pemberlakuan uji tersebut, yaitu jika memang kendaraan yang diuji tidak memenuhi standar kelayakan maka dengan sendirinya dilarang beroperasi di jalan raya. Berkaitan dengan proses ini perlu kerjasama antara Dinas Perhubungan selaku pihak yang melakukan uji emisi dengan Dinas Pendapatan Daerah dan Kepolisian selaku pihak yang berwenang mengeluarkan surat-surat kepemilikan kendaraan bermotor. Selain itu pemerintah kota bisa mengeluarkan kebijakan tentang pembatasan usia kendaraan. Bahwa jika sebuah kendaraan bermotor telah melebihi batas usia yang ditentukan misalnya 15-20 tahun maka kendaraan tersebut dilarang beroperasi di jalan raya.

Pemikiran terhadap program-program jangka pendek dan panjang seperti yang disebutkan di atas memang membutuhkan koordinasi dari berbagai pihak. Selain itu pelaksanaannya harus simultan dan berkesinambungan. Jadi tidak berkesan sepotong-sepotong, maka dari itu diperlukan pihak ketiga yang bertugas mengawasi pelaksanaan program-program tersebut. Pembentukan lembaga independen semacam dewan kota menjadi langkah yang paling bijak. Anggota-anggota lembaga ini terdiri dari elemen-elemen masyarakat dan kedudukannya langsung berada dalam tanggung jawab penguasa daerah (bupati dan walikota). Fungsi dari lembaga ini adalah untuk memberikan masukan dan konsep-konsep bagi perencanaan dan perancangan sebuah kota.

*Tulisan ini dimuat di Tabloid HUNIANKU edisi no 17, dalam rubrik Urban dan Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s