(Bukan) Rumah yang Ramah…..


(Bukan) Rumah yang Ramah.....

Seribu tubuh, satu kemanusiaan:
lihatlah apa yang dapat dikatakannya,
dengarkan apa yang mau ditunjukkannya!

(Dolorosa Sinaga)

KOTA, sebagai ruang tinggal bukanlah sebuah proses yang mandeg, stagnan dan berdiam. Terus menerus bergerak, dinamis, berubah-ubah dan tidak pernah selesai. Fenomena yang digambarkan sekarang dapat berubah (lagi) besok atau lusa, sehingga kesimpulan yang tidak lain merupakan kumpulan struktur makna, juga tidak bisa bertahan lama.

Kota, yang dalam perkembangannya adalah hasil keputusan strategis manusia untuk mengakhiri cara hidup mengembara dan menetap pada satu lokasi terpilih, bukan hanya milik mereka yang berpunya. Ada kaum papa di dalamnya. Bukan pula milik mereka yang bisa menikmati dinginnya “kereta” beroda, tanpa harus takut dengan panas, hujan dan dahaga. Ada ruang milik mereka yang harus berpeluh, berdesak-desakan dalam bis kota. Bahkan mereka yang hanya bisa berdiam diri, tak tahu harus kemana berkeluh kesah, berpindah dari satu sudut ke sudut lainnya. Berselimutkan dingin beratapkan langit.

Kota, dan ruang publik di dalamnya adalah milik bersama, ruang “bebrayan” (the commons). Ada “seribu” tubuh, ada “seribu” wajah. Namun “hanya” ada satu tujuan, KEMANUSIAAN!

Masihkah kota kita, (BUKAN) RUMAH YANG RAMAH?

Koridor Rajawali, 8 Mei 2010

Foto-foto lain bisa klik di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s