“Masterpiece” Itu Teramat Sempurna


oleh : Harry Widianto
Ahli Arkeologi/Paleoantropologi Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran
Dimuat : Kompas, 13 Juni 2008

Sangiran 17

Sangiran 17

DISEBUT sebagai Sangiran 17 (sesuai dengan nomor seri penemuan yang diberikan), fosil tengkorak Homo erectus yagn ditemukan dari endapan pasir fluvio-volkanik di Pucung ini merupakan salahs atu temuan master piece Homo erectus Sangiran. Desebut demikian karena temuan ini merupakan temuan fosil manusia terbaik dari Sangiran, yang terdiri atas atap tengkorak dan dasar tengkorak dengan muka masih terkonservasi secara baik meski proses transportasi dan deformasi telah memintalnya selama lebih dari 500.000 tahun.

Inilah satu-satunya fosil Homo erectus Asia yang mempunyai muka sehingga tidak dapat dimungkiri lagi bahwa Sangiran 17 memiliki nilai penting yang amat besar dalam rekonstruksi muka Homo erectus yang sebenarnya. Dalam konteks yang lebih luas, Sangiran 17 adalah salah satu dari dua tengkorak Homo erectus di dunia yang ditemukan lengkap dengan mukanya. Spesimen lainnya berasal dai Afrika Timur.

Inilah bentuk muka Homo erectus itu. Dahi sangat datar, tulang kening menonjol, orbit mata persegi, pipi lebar menonjol, mulut menjorok ke depan dan tengkorak pendek memanjang. Berdasarkan morfologi tengkorak yang dipenuhi dengan superstruktur tengkorak yang berat dan insersi otot-otot yang sangat berkembang, tengkorak ini adalah individu laiki-laki dewasa.

Dia hidup pada saat Sangiran didominasi oleh lingkungan sungai yang luas pada periode sekitar 500.000 tahun yang lalu. Mengingat primanya kondisi temuan ini telah menjadikan nilai teramat penting baginya. Sangiran 17 menjadi data banding dalam telaah evolusi fisik bagi temuan-temuan fosil homo erectus lainnya sehingga cetakan fosil ini dapt ditemukan di berbagai laboratorium evolusi manusia paling terkemuka di dunia meski fosil aslinya saat ini tersimpan damai di salah satu laboratorium di Bandung.

Impilikasinya, Sangiran 17 mempunyai kisah mendunia. Dia tdiak pernah ditinggalkan sekejap pun oleh para ahli paleoantropologi dalam melahirkan karya-karya besar mereka tentang evolusi manusia. Ketika analisis Homo erectus dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun, di situlah Sangiran 17 akan hadir. Bagaikan air abadi yang mengalir, menghidupi kisah evolusi manusia, Sangiran 17 ada dimana-mana meski dalam bentuk cetakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s