Terapi Warna Untuk Penyembuhan


Dimuat di Warta Kota Magelang
Edisi 02 tahun 2008

APA yang anda rasakan ketika melihat sawah yang hijau atau laut yang membiru? Efek yang dialami biasanya tenang, dan kemudian kita enggan melepaskan pandangan. Sejak zaman Mesir kuno, warna dipercaya berpengaruh pada fisik, emosi dan mental manusia.

Terapi warna: electromagnetic medicine
Tubuh manusia mempunyai respons otomatis terhadap warna dan cahaya serta telah terprogram secara genetik. Hal itu dapat terjadi karena pada dasarnya warna adalah unsur cahaya, dan cahaya adalah salah satu bentuk energi. Pemberian energi pada tubuh akan menimbulkan efek yang positif.

Keseimbangan energi tubuh bisa didapatkan dengan mengaplikasikan unsur warna yang kurang. Misalnya saja bayi yang baru lahir mengalami hiperbilirubin (bayi kuning) diberikan terapi sinar berwarna biru untuk memulihkan kondisinya.

Karakter setiap warna
Setiap warna memiliki karakteristik energi yang berbeda bila diaplikasikan pada tubuh. Penentuan kebutuhan warna bergantung pada kondisi atau masalah yang sedang dialami seseorang. Cara menentukannya adalah memperhatikan energi tubuh pada titik-titik energi utama yang disebut cakra.Merah. Berhubungan dengan cakra dasar yang mempengaruhi vitalitas, kekuatan atau kesadaran. Merah berkaitan dengan sistem pencernaan. Merah juga memberi stimulasi secara emosional dan fisik. Merah digunakan untuk mengatasi anemia, tekanan darah rendah, penyakit kulit dan infeksi saluran kencing.

Oranye. Berhubungan dengan cakra limfa yang mengatur sirkulasi dan metaboolisme. Warna ini berhubungan dengan kegembiraan atau keceriaan. Digunakan untuk mengatasi kelainan ginjal, paru, asma, bronkhitis dan sembelit.

Kuning. Berhubungan dengan cakra solar plexus yang mempengaruhi intelektual dan pengambilan keputusan. Berkaitan dengan otot dan saraf motorik. Kuning dapat menstimulasi konsentrasi. Berkaitan pula dengan kemauan. Warna ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit artritis dan dapat mengurangi keluhan penyakit yang berhubungan dengan kejang otot, hipoglikemia, hipertiroid dan batu empedu.

Hijau. Berhubungan dengan cakra jantung. Hijau merupakan warna yang alami dan menunjukkan kemurnian serta harmoni. Warna hijau dianggap memiliki daya penyembuh yang sangat kuat kerena bisa menyeimbangkan dan menstabilkan energi tubuh. Juga merangsang proses berpikir dan belajar selain menstimulasi pertumbuhan maupun penyembuhan.

Biru. Berhubungan dengan cakra tenggorokan. Berkaitan dengan nalar, otak dan indra. Warna ini menenagkan dan sangat baik mengatasi gastritis, artritis, nyeri pinggang bawah, sakit tenggorokan, asma dan migren.

Ungu. Merupakan warna dari cakra mahkota dan berhubungan dengan energi dari fungsi tertinggi pikiran. Warna ini sering digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa ketidakberdayaan.

Hitam/abu-abu. Warna ini sering kali digunakan untuk menekan nafsu makan. Salah satunya dengan cara menutup meja dengan taplak hitam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s