Tak Mau Gemuk, Cobalah Sarapan Pagi


Dimuat di Warta Kota Magelang
Edisi 04 Tahun 2008

REMAJA yang takut gemuk tak perlu repot-repot berdiet. Sekarang ada cara mudah. Sarapan pagilah secara teratur. Kok bisa?

Keinginan memiliki badan tetap langsing sekarang punya jawaban yang mudah dilakukan, yaitu rutin sarapan pagi sebelum beraktivitas sehari-hari seperti sekolah atau kuliah. Remaja yang rutin sarapan ternyata lebih bisa mengontrol berat badan dibandingkan yang tidak sarapan pagi.

Menurut Mark Pereira dari University Minnesota School of public Health, remaja yang rutin sarapan pagi biasanya mudah mengontrol nafsu makannya sepanjang hari. Dengan sarapan pagi, saat makan siang dan malam jumlah yang dikonsumsi tidak terlalu banyak. Sarapan pagi juga membuat tubuh lebih segar dan aktif saat melakukan kegiatan karena energi yagn diserap langsung disalurkan ke tubuh.

Dengan adanya makanan yang mengisi perut sejak pagi, saat siang hari perut tidak terlalu kosong sehingga hanya butuh makanan secukupnya. Begitu juga dengan malam hari, jumlah makanan yang dikonsumsi tidak berlebihan.

Berbeda dengan remaja yang selalu melewatkan sarapan pagi. Karena tak ada makanan yang diolah, mereka tak punya cukup energi untuk beraktivitas sehingga terlihat lemas dan kurang bergairah. Begitu siang tiba dan aktivitas semakin tinggi, perut mereka akan semakin kelaparan. Akibatnya, porsi makanan yang dikonsumsipun lebih besar. Padahal, jumlah makanan yang masuk ke dalam perut secara berlebihan mempersulit pencernaan mengolahnya menjadi energi.

Bukan itu saja, makanan yang berlebihan bisa menimbun di dalam tubuh karena tidak tersalurkan sebagai energi secara merata. Apalagi saat makan malam, porsi yang disantap semakin banyak.

“Dalam penelitian yang kami lakukan, ditemukan remaja dan anak-anak yang makan pagi secara rutin setiap hari kondisi tubuhnya dan pola hidup sehat. Selain terlihat lebih aktif, mereka memiliki pola makan lebih teratur. Hal itu membuat asupan lemak dan kolesterol lebih terkontrol, serta kebutuhan serat untuk tubuh pun terpenuhi dengan baik, ” jelas Mark Pereira.

Namun, Pereira mengingatkan agar nilai gizi saat sarapan diperhatikan, jangan sembarangan memasukkan berbagai jenis makanan. Dia menyarankan agar saat sarapan sebaiknya menghindari kue yang manis dan penuh gula, seperti donat lapis cokelat dan sereal ditambah gula atau manisan.

“Sereal bisanya mengandung banyak serat dan nutrisi, meskipun kadar gulanya tinggi. Untuk itu, sebaiknya dikonsumsi dengan susu rendah lemak dan buah-buahan atau jus. Dengan memperhatikan kadar gizi yang baik, sarapan akan memberikan manfaat maksimal,” ungkapnya.

Kesimpulan yang disampaikan Pereira berdasarkan penelitian terhadap sekitar 2.216 remaja yang tinggal di Minneapolis-St. Paul. Dia lalu mempelajari pola makan, gaya hidup, dan kondisi berat tubuh para remaja itu selama lima tahun.

Saat penelitian dimulai para remaja itu masih berusia di bawah 15 tahun. Hasilnya remaja yang biasa sarapan teratur memilki postur tubuh leih ideal. Berbeda dengan remaja yang tak sarapan, berat badannya rata-rata kelebihan sekitar 2,3 kg atau 5 pounds.

Secara keseluruhan di Amerika Serikat sebanyak 25 persen remaja dan anak-anak selalu melewatkan sarapan pagi. tak heran di Negeri Paman Sam kasus obesitas menjadi masalah besar karena membuat kualitas kesehatan remaja menurun.

4 thoughts on “Tak Mau Gemuk, Cobalah Sarapan Pagi

  1. pantes saja aku gak gemuk-gemuk, lha wong aku rajin sarapan pagi. kalo gak, bisa2 nggliyeng gak iso kerjo hehehe

  2. halah, mosok seh…
    bukane tergantung pikirane?
    nek kokean pikiran gak iso lemu jare.
    o iya tentang yuwie… click here
    mak nyos jeh…
    temenku baru 2 minggu udah dapet 45 anak
    gila gak ? mo tau caranya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s