Aku dan Mimpiku (Bagian 6)


Tepat di depan bus yang kunaiki, penyeberang jalan dengan tertib melintasi zebra cross. Dari dua arah lajur jalan kendaraan bermotor berhenti menunggu penyeberang lewat. Sebuah sistem baru memang mulai diperkenalkan. Selain menggunakan jembatan penyeberangan, pejalan kaki bisa memanfaatkan zebra cross untuk menyeberang. Namun sistem, desain dan peletakan zebra cross ini berbeda dengan sebelumnya. Hal ini rupanya dipicu pada tingginya angka kecelakaan. Global Road Safety Partnership melansir bahwa lebih dari setengah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia terjadi di negara-negara Asia Pasifik yang memiliki prosentase 16 persen dari jumlah kendaraan di seluruh dunia. Parahnya, sebagian besar korbannya adalah para pejalan kaki.

Mengantisipasi semakin bertambahnya korban pemerintah kota mencoba melakukan pendekatan berbeda dalam memperlakukan zebra cross. Konsep dasar tentang zebra cross yang diadopsi dari sistem penyeberangan jalan dari negara-negara maju di Eropa terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan yang dialami pejalan kaki. Secara prinsip fungsi zebra cross sebenarnya sama yaitu tempat penyeberangan pejalan kaki hanya pendekatannya saja yang berbeda. Nama zebra cross sendiri berasal dari garis-garis putih sejajar yang ditorehkan di sebagian permukaan badan jalan sehingga membentuk motif loreng-loreng berwarna hitam-putih, mirip tubuh zebra. Ada sedikit kekeliruan penafsiran arti dan fungsi zebra cross di Indonesia. Zebra cross diartikan “tempat” pejalan kaki diperkenankan menggunakannya untuk menyeberang jalan hanya jika “tidak ada kendaraan” melintas. Pengertian ini mengandung makna bahwa zebra cross memiliki arti dan fungsi ruang milik kendaraan yang sewaktu-waktu dapat “dipinjam” pejalan kaki saat kendaraan tidak sedang melintas.

Sering dijumpai zebra cross ditempatkan tepat di muka lampu lalu lintas dimana ketika lampu merah menyala pada saat itu dan di tempat itu pula pejalan kaki diperkenankan menyeberang jalan. Penempatan semacam ini sebenarnya kurang pas jika merujuk pada pengertian zebra cross. Menurut kamus Oxford Advanced Learner’s, “zebra crossing” means part of a road, marked with broad white stripes, where vehicles “must stop” if pedestrians wish to cross. Pengertian tersebut secara jelas menyebutkan bahwa zebra cross sebetulnya adalah ruang milik pejalan kaki yang sewaktu-waktu “dapat dipinjam” kendaraan untuk melintas jika tidak ada pejalan kaki yang bermaksud untuk menggunakannya. Bukan sebaliknya dimana pejalan kaki yang “meminjam” untuk menyeberang jalan ketika kendaraan tidak sedang melintas.

Di beberapa negara Eropa seperti Inggris, pada “Peraturan Jalan Raya Inggris (British Highway Code)” menyebutkan bahwa pengendara kendaraan “harus” berhenti dan memberi kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang. Pengertian tersebut menekankan zona jalan yang ditandai zebra cross adalah mutlak milik pejalan kaki sehingga ketika mereka akan menggunakannya maka kendaraan bermotor yang akan melintas zona itu harus berhenti dan memberi kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang terlebih dahulu. Namun demi menjaga keselamatan pejalan kaki selaku calon penyeberang ,mereka diminta untuk berhenti di tepi zona zebra cross sebelum menyeberang untuk memberi kesempatan kendaraan yang hendak melintas berhenti. Di Inggris zebra cross tidak diperkenankan dibuat di ruas jalan dimana kecepatan kendaraan yang melintas 50 km/jam karena akan membahayakan pejalan kaki yang menggunakannya.

Rupanya studi banding yang dilakukan pihak pemerintah kota dan wakil rakyat beberapa waktu lalu ke beberapa negara Eropa untuk mencari masukan sistem pelayanan masyarakat agar lebih baik dan manusiawi membawa hasil positif. Sebelumnya penempatan zebra cross seperti kasus yang umumnya terjadi di kota-kota lain sebagian besar ditempatkan di perempatan jalan atau pada jalur padat di tengah kota.Namun dari evaluasi yang dilakukan ternyata hal tersebut menjadi kurang efektif karena menimbulkan kemacetan lalu lintas. Sebabdi sekitar pusat kota banyak pejalan kaki yang ingin melintas jalan. Jika menempatkan zebra cross dan memfungsikannya sesuai dengan pengertian harfiahnya,hal ini justru akan berdampak pada kemacetan lalu lintas yang luar biasa karena semua kendaraan harus berhenti dan mendahulukan pejalan kaki.

Demikian pula penempatan zebra cross di hampir seluruh persimpangan jalan dan lampu lalu lintas seperti yang terjadi di sebagian kota-kota Indonesia justru malah membingungkan. Karena menjadi tidak befungsi sebagaimana seharusnya sebuah zebra cross yaitu sebuah zona dimana pejalan kaki harus didahulukan untuk menggunakan bagian jalan. Dasar pemikiran inilah yang membuat pemerintah kota merombak kebijakannya dalam penempatan zona penyeberangan ini. Zebra cross ditempatkan pada ruas jalan dimana tidak terdapat lampu lalu lintas serta frekuensi penyeberang cukup tinggi, seperti di muka sebuah sekolah yang berada di tepi jalan raya. Kendaraan yang akan melintas harus berhenti terlebih dahulu sebelum melintas zona zebra cross begitu melihat ada pejalan kaki yang akan menyeberang. Penempatan zebra cross dengan disertai lampu warna kuning kerlap-kerlip di kedua sisi jalan sebagai petunjuk seperti yang sudah diberlakukan di Inggris di rasa sangat membantu. Pengendara kendaraan akan lebih mudah melihat adanya zebra cross dari kejauhan sehingga dapat memperlambat kendaraan dan bersiap berhenti ketika melihat ada penyeberang yang hendak melintas.

Pada prinsipnya pemerintah kota berusaha untuk mengembalikan pengertian dasar dari sebuah zebra cross yaitu sebagai ruang milik pejalan kaki yang sewaktu-waktu dapat dipinjamkan kepada pengguna kendaraan. Penerapan sistem ini membuat fungsi zebra cross menjadi lebih efektif dan efisien. Setelah sekitar 2 menit berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada penyeberang melintas, buspun melanjutkan perjalanan. Dari kejauhan gambaran buram alun-alun atau square sebagai landmark (tetenger) kota sedikit demi sedikit mulai menampakkan wujud utuhnya, berbingkai menara air tua…

Mimpi bukan hanya sekedar mimpi
bunga tidur yang terkesan mati
mimpi adalah harapan
mimpi adalah angan-angan dan tujuan


“Selamat Pagi..!”

One thought on “Aku dan Mimpiku (Bagian 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s