• Mukadimah
  • Potret Diri
  • Wajah Kita
  • Selamat Pagi…!

rasanrasan

~ ketika hadir sebagai beda, bukan sebagai sama, bukan sebagai satu.....

rasanrasan

Tag Archives: Thomas Karsten

Kwarasan dan Titik Tolak Perumahan Rakyat

15 Jumat Jan 2010

Posted by Aji Prarismawan in Magelang-AN

≈ 3 Komentar

Tag

Kwarasan, Magelang, Thomas Karsten

Sisi Barat Komplek perumahan di Kwarasan

MAGELANG, yang dahulu menjadi ibukota Karesidenan Kedu, merupakan sebuah kota yang terletak di dataran tinggi (ketinggian 375-500 m). Topografi di dataran tinggi ini memberikan keuntungan dengan kondisi udaranya yang sejuk. Hal ini menyebabkan Magelang disukai orang-orang Belanda. Namun, seperti kebanyakan kota-kota Indonesia (saat itu), Magelangpun mengalami perkembangan penduduk yang cepat, sehingga menyebabkan kurangnya jumlah perumahan dan memburuknya kondisi lingkungan terutama di kampung-kampung.

Pada tahun 1937, Thomas Karsten merencanakan salah satu dari tiga program pembangunan rumah murah di kawasan yang sekarang bernama Kwarasan. Kawasan ini terletak di bagian Selatan-Barat kota Magelang.

Untuk menghindari kesan monoton, rumah-rumah di Kwarasan dibuat dalam berbagai tipe dan disesuaikan dengan ketinggian tanahnya. Tipe rumah di lingkungan perumahan Kwarasan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, merupakan tipe paling besar (sekitar 60-80 meter persegi), terletak di sekeliling sebuah lapangan. Lapangan terbuka ini, berfungsi sebagai pusat kawasan (semacam alun-alun dalam bentuk kecil) dan dipergunakan untuk rekreasi, olahraga serta ruang terbuka. Di bagian ini semua rumah menghadap ke jalan agak besar. Rumah-rumah di sisi timur lapangan dibangun di bagian tanah yang tinggi.
Continue reading »

-7.290322 112.789003

Pasarku (Kini)…

10 Rabu Sep 2008

Posted by Aji Prarismawan in Selamat Pagi...!

≈ 4 Komentar

Tag

Pasar, Pasar Beringharjo, Pasar Gede Hardjonagoro, Pasar Modern BSD, Pasar Turi, Thomas Karsten

Pasar terapung di Banjarmasin

ORANG  berlalu lalang, suara saling bersahutan, becek di sana sini pada musim hujan, kumuh, tak jarang menjadi salah satu area hitam karena seringnya terjadi tindak kriminalitas. Barangkali itulah sedikit banyak gambaran umum pasar tradisional di Indonesia, terutama pasar-pasar tradisional yang ada di daratan. Karena gambaran pasar tradisional ini seketika berubah saat kita mengamati pasar tradisional di daerah yang di kelilingi perairan terutama wilayah di luar Jawa. Kondisi dan citra pasar yang demikian buruk tak jarang menimbulkan dilema, bagai buah simalakama bagi pemerintah daerah setempat. Disatu sisi merupakan sentra perekonomian rakyat tapi di sisi lain ibarat kuman penyakit yang harus dibasmi karena memberikan citra negatif wajah kota. Di tengah gencarnya penetrasi pemodal besar (kapital) dan demi keuntungan sesaat maka tak jarang pemerintah daerah mengambil jalan pintas dengan mengijinkan mereka (peretail besar) untuk menanamkan modal di wilayahnya dengan mendirikan pasar-pasar modern (mal, supermarket, hypermarket dan sebutan-sebutan sejenis lainnya).

Kondisi fisik dan lingkungan pasar yang dianggap sudah tidak sejalan dengan perkembangan jaman dijadikan alasan utama untuk “menyingkirkan” keberadaan pasar tradisional. Tanpa pernah mencoba mencari solusi pemecahan maksimal, tiba-tiba langsung saja nasib pasar tradisional harus ditentukan oleh buldozer dan alat perusak berat lainnya. Tak jarang area yang dahulu sebuah pasar tradisional berubah wajah menjadi pusat perbelanjaan modern. Namun tidak berarti pendirian pusat perbelanjaan modern tersebut tidak menimbulkan masalah. Masalah amdal dan simpul kemacetan baru merupakan hal yang sering terjadi.
Continue reading »

Halaman-halaman: 1 2 3

♣ Jejak…..

Arsitek di ruang angan dan kenyataan

♣ Blogroll

  • 19design – Arsitektur Interior Landscape
  • greenatlas
  • greenmap
  • Kajian Internasional Strategis
  • naris batik
  • supergaban

♣ Kategori

♣ Arsip

♣ Translate To

♣

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

♣ Pengunjung

  • 24,878 hits

♣ Statistik Blog

HTML hit counter - Quick-counter.net
Add to Technorati Favorites
Check PageRank

♣ Dimanakah Aku

♣ Statusku

♣ Online

online counter

♣ Almanak

Mei 2012
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

♣ Tulisan Terkini

  • Trowulan, Melacak Jejak Masa Lalu
  • Syang Art Space
  • Indonesiaku Kini, “Sambung Menyambung Menjadi Satu”
  • Langgeng Fine Art Gallery, Sebuah Catatan dan Harapan
  • Menuju Surabaya yang Lebih Hijau

♣ Tulisan Teratas

  • Malioboro: Dari Kematian Tugu Waktu sampai Politik Tanda Mata
  • Menuju Surabaya yang Lebih Hijau
  • Balai Kota Surabaya (Staadhuis te Soerabaia), “Total Work of Art”
  • Menyusuri Jejak Masa Lalu ("Makam Tua Peneleh")
  • Selamat Pagi...!

♣ Kata Kunci

alun-alun Arsitektur Art Deco Bambang D.H BBM Belanda Deddy irianto Euro 2008 Galeri Langgeng Gedung Bundar Hugo Chavez inefisiensi Insomnia Jawa Pos Kafein Kebangkitan Nasional kemacetan Kenaikan BBM kolonial kota Lebaran lembur Magelang Malioboro Minyak OPEC Pasar Pasar Turi pedestrian pemadaman bergilir penataan PLN Ruang ruang publik Sehat Senirupa Shopping City SSF Stress Sultan Hamengku Buwono X Surabaya Thomas Karsten Tidur transportasi zebra cross

♣ Komentar Terakhir

eko on Langgeng Fine Art Gallery, Seb…
cincinatim on Gedung Bundar, Bukti Keberadaa…
okta on Syang Art Space
okta on Syang Art Space
dian cahyo on Membangun Kawasan Bersejarah y…
Mario on Menyusuri Jejak Masa Lalu (…
Tina Chayanx Adix on Selamat Pagi…!
Tina Chayanx Adix on Selamat Pagi…!
De'e Pothele on Jejak Purba di Sangiran
martha Hartanti on Galeri Langgeng dan Hiruk Piku…

♣ Catatan Arsitektural-ku

19desain

♣ Portofolioku

Gerbang Tol Waru

BBPJN V - 3

BBPJN V - 2

BBPJN V - 1

Islamic Village

More Photos

♣ Dunia-ku

Aji Prarismawan | Create your badge

Blog pada WordPress.com. Tema: Chateau oleh Ignacio Ricci.