(Ahli) Transportasi Kota VS (Ahli) Penataan Kota

28 04 2008
jalan-kembang-jepun-tahun-1920

jalan kembang jepun-tahun 1920

Perkembangan sebuah kota seakan berjalan begitu cepat,tiada hentinya. Kota seakan menjadi sebuah mesin industri yang terus berputar tanpa mengenal waktu. Mobilitas yang begitu tinggi menimbulkan dan meninggalkan permasalahan-permasalahan kompleks. Saat dalam satu hampir semua warga kota bergerak dan melakukan mobilisasi massal menuju tempat beraktifitasnya masing-masing, maka yang terjadi adalah kemacetan dan kesemerawutan di mana-mana. Fenomena ini seakan-akan sudah menjadi permakluman bagi semua pihak.Pihak pemerintah kota selaku pengambil keputusan strategis terhadap persoalan-persoalan mendasar kota seakan-akan sudah kehilangan akal mencari jalan keluarnya. Para ahli dari berbagai disiplin ilmu berlomba-lomba memberikan solusi atas permasalahan ini. Hampir di setiap waktu baik di media cetak maupun elektronik para ahli mengeluarkan pendapatnya tentang solusi masalah kemacetan dan kesemerawutan tersebut. Apa yang terjadi seakan-akan terjadi perang pendapat untuk membentuk opini publik. Sebenarnya solusi yang ditawarkan memiliki tujuan yang sama yaitu keluar dari sebuah kompleksitas permasalahan kemacetan kota dengan penataan sistem transportasi kota. Imbas yang diperoleh dari penataan tersebut selain penurunan tingkat kepadatan lalu lintas adalah pernurunan kadar carbon di udara. Efek lanjutnya adalah berkurangnya tingkat polusi udara. Selain itu dengan pengaturan sistem transportasi berdampak pada pengurangan waktu tempuh perjalanan. Diharapkan dengan semakin berkurangnya waktu tempuh berkendaraan ini akan memperbanyak waktu produktif yang bisa dipergunakan warga kota untuk kegiatan lain terutama kegiatan yang berkaitan dengan keluarga.
Baca entri selengkapnya »