Maaf Anda Ketinggalan Kereta

3 06 2008

oleh : Mochamad Elman
Wartawan Jawa Pos
dimuat di harian Jawa Pos
Rabu, 28 Mei 2008

Saya membayangkan Emir Kuwait Ahmad jabir Al Shabah dan Presidan Venezuela hugo Chavez, dua pemimpin negara anggota OPEC, saat ini sedang geleng-geleng kepala melihat laporan Al Jazirah atau CNN tentang demo ibu-ibu membawa rantang dan jeriken minyak di depan Istana Merdeka. Keduanya tak membayangkan saat negara-negara anggota klub eksklusif itu berpesta menaggapi melambungnya harga minyak di atas USD 130 per barel, orang Indonesia-yang juga anggota OPEC-sedang marah karena harga BBM naik.
Baca entri selengkapnya »





Kepemimpinan Tanpa Bendera

21 05 2008

0leh : Sri Sultan Hamengkubuwono X
(Gubernur Kepala Daerah Istimewa Jogjakarta)
dimuat di Jawa Pos, 19 Mei 2008

Jika saat ini ada orang bertanya “Apa salah satu tindakan berani seorang pemimpin pada era seperti sekarang ini?” Saya pasti akan menjawab, “Berani menetang saran penasihatnya!” Sebab, banyak penasihat yang tiba-tiba gamang menghadapi dinamika sosial, politik dan ekonomi yang bergerak fluktuatif seperti sekarang.

Jika ada penasihat yang menyarankan pembubaran kelompok keagamaan, padahal mereka tidak melakukan ajakan bunuh diri, pemaksaan dan kekerasan, saran itu harus ditentang. Baca entri selengkapnya »





Surabaya, “A Shopping City?”

21 05 2008

Perayaan ulang tahun sering diidentikkan dengan pesta,kemeriahan dan kesenangan. Sering dijumpai pesta perayaan ulang tahun baik anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua diadakan dengan penuh kemeriahan. Hanya kadar kemeriahan dan pelaksanaannya berbeda-beda. Pesta ulang tahun anak-anak identik dengan kelucuan,keceriaan melalui tema warna-warni. Sementara bagi remaja apalagi ketika menginjak usia 17 tahun, kemeriahan dan kesenangan ini diwujudkan dengan sebuah pesta hura-hura bahkan tak jarang diadakan hingga semalam suntuk. Sebuah ekspresi kebebasan. Di sisi lain ketika memasuki masa-masa dewasa dan usia lanjut perayaannya banyak diwarnai kesan sederhana,banyak diisi perenungan kembali terhadap apa yang sudah dilakukan,dialamai dan dijalani. Tampaknya perjalanan waktu membuat orang untuk lebih arif dalam menyikapi bertambahnya usia. Pengalaman-pengalaman yang dihadapi setidaknya membuat orang untuk lebih dewasa dalam berfikir sehingga wujud kemeriahannya lebih sarat dengan makna positif dan tidak semata-mata menjadi bentuk hura-hura. Baca entri selengkapnya »