Berada pada 7° Lintang Selatan, 110° Bujur Timur serta ketinggian ± 375 m di atas permukaan laut, secara geografis posisi Kota Magelang menjadi strategis karena terletak di tengah pulau Jawa sehingga lokasinya mudah dijangkau. Kestrategisan tersebut bisa dilihat pada posisinya yang berada di persimpangan poros utama: Yogyakarta – Semarang, Yogyakarta – Wonosobo, Semarang – Kebumen – Cilacap, hanya berjarak 76 km dari Semarang dan 42 km dari Yogyakarta. Kota Magelang juga dikelilingi gunung-gunung dan bukit-bukit seperti, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Perahu. Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Andong, Perbukitan Menoreh serta “Bukit Tidar” yang terletak di jantung kota.
Kondisi ini menyebabkan Kota Magelang berhawa sejuk sehingga di masa lalu menjadi salah satu kota tujuan tempat tinggal bagi orang-orang Belanda. Tak mengherankan jika banyak bangunan peninggalan masa kolonial. Salah satunya adalah Gedung Bundar, sebuah bangunan berlanggam Art Deco di Jl. Sriwijaya. Tidak terlalu sulit untuk mencari gedung bundar ini. Bentuknya yang bundar terlihat berbeda dibandingkan bangunan-bangunan di sekitarnya dan menjadikan bangunan ini mudah dikenali. Letaknya yang berada di tepi jalan, hanya berjarak 500 meter di sisi timur Jl Pemuda (pusat Kota Magelang, masyarakat menyebut kawasan ini Pecinan) memudahkan siapa saja yang akan mengunjunginya.

