• Mukadimah
  • Potret Diri
  • Wajah Kita
  • Selamat Pagi…!

rasanrasan

~ ketika hadir sebagai beda, bukan sebagai sama, bukan sebagai satu.....

rasanrasan

Tag Archives: Arsitektur

Trowulan, Melacak Jejak Masa Lalu

31 Sabtu Mar 2012

Posted by Aji Prarismawan in Cakrawala

≈ Tinggalkan sebuah Komentar

Tag

Arsitektur, gajah mada, institut teknologi sepuluh nopember surabaya, kerajaan majapahit, langit kresna hariadi, trowulan

Acara pembukaan di depan Gapura Wringin Lawang bersama rekan-rekan dari FAA (Forum Arek Arsitektur) ITS

Galeri ini berisi 19 foto.

“cak Aji, ayok ikutan jalan2 ke trowulan tanggal 4 desember nanti. ada pak Langit Kresna Hariadi lho ”,  sebuah pesan …

Continue reading »

Arsitek

31 Kamis Mar 2011

Posted by Aji Prarismawan in Apa Kata Mereka

≈ Tinggalkan sebuah Komentar

Tag

arsitek, Arsitektur, wastu, Y. B Mangunwijaya

oleh Y. B. Mangunwijaya
Kompas, 16 September 1993

Y. B Mangunwijaya atau yang lebih dikenal dengan Romo Mangun

Profesi arsitek di Indonesia masih baru. Di zaman sebelum Perang dunia II di Technische Hoge School (THS) yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB) hanya ada yang disebut Jurusan Sipil, di mana Bung Karno dulu pernah menjadi mahasiswa. Di THS Negeri Belanda di Delft hanya ada jurusan yang disebut Bouwkunde (Ilmu Bangunan) yang menghasilkan arsitek-arsitek juga, tetapi lebih condong ke ilmu bangunan sipil. Kata sipil diambil dari sebutan kata civiel atau diterjemahkan sekarang: bangunan kepentingan masyarakat alias bangunan umum. Profesi arsitek pada dasarnya tidak lahir dari kalangan universitas atau perguruan tinggi, tetapi dari iklim magang para arsitek profesional di sanggar-sanggar, karena lebih digolongkan dalam profesi seni rupa. Arsitek-arsitek agung sebelum Perang Dunia II dan yang selalu memberi wajah serba baru kepada dunia bangunan sesudah kehancuran umum dunia maju 1945 seperti Mies van der Rohe, Groupius, Corbusier, kalau tidak salah Kenzo Tange juga, bukanlah sarjana-sarjana lulusan universitas, tetapi orang-orang genius buah sanggar-sanggar “swasta” yang dididik langsung oleh masyarakat arsitek dan kreativitas pribadi. Seperti pelukis dan pematung, seniman tekstil dan sebagainya. Di Jerman memang ada lembaga pendidikan desainer termasyhur yang bernama Bauhaus (Rumah Bangunan) yang secara integral dan total mencakup pendidikan segala cabang seni. Tetapi Bauhaus justru tidak ingin akademik. Inspirasi dasar Bauhaus adalah kehidupan riil masyarakat, khususnya perpaduan antara keperluan sehari-hari dan dunia serba baru yang sedang dicangkokkan ke dalam masyarakat, yakni dunia khas industrial. Yang punya filsafat hidup, budaya, dan selera yang sangat khas, sangat berlainan dari dunia budaya agraris.

Dari sejarah kebudayaan di manapun memang kita melihat, bahwa arsitek, pelukis, pematung, para seniman dalam seni-bentuk memang adalah “putra-putri masyarakat”, bukan alumni perguruan tinggi formal. Bahkan di Barat, hasil seni dari dunia akademi justru dilecehkan sebagai seni yang tidak otentik. Akademiss artinya: buruk, klise, tidak inspiratif, tiruan, dan sebagainya yang negatif. Pertanyaan akademis juga bernada negatif: mengada-ada, tidak praktis, tidak hidup, tidak relevan. Walaupun di zaman antik, pertanyaan akademis justru bernilai metafisik yang tinggi. Tetapi, zaman industri yang dinapasi iptek memang lain problematika hidupnya.
Continue reading »

-7.290322 112.789003

CCCL-Surabaya, “Sejarah Arsitektur yang Gelap”

19 Selasa Okt 2010

Posted by Aji Prarismawan in Semanggi-SUROBOYO

≈ Tinggalkan sebuah Komentar

Tag

Arsitektur, CCCL, Surabaya

CCCL

CENTRE Culturel et de Cooperation Linguistique, Surabaya atau lebih dikenal dengan CCCL Surabaya. Bangunan yang terletak di Jl. Darmo Kali 10, ternyata menyimpan latar belakang sejarah arsitektur yang gelap, kabur dan bisu. Bermula dari sebuah rumah tinggal namun kemudian dihuni dan dikelola oleh Pemerintah Prancis dan difungsikan sebagai Pusat Kebudayaan Prancis sekaligus sebagai kantor Konsulat Jenderal Prancis perwakilan Surabaya sejak tahun 1967.

Gelap, kabur dan bisu. Mengapa? Ada beberapa literatur, yang menyikapi secara berbeda dalam melihat sejarah dan latar belakang bangunan ini. Timoticin Kwanda dalam “Inventarisasi Bangunan Kuno di Surabaya” (1991) menyebutkan bahwa arsitek dari gedung yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1920 adalah C. Citroen (salah satu arsitek penting dalam perkembangan Kota Surabaya saat itu). Dikisahkan bahwa penghuni pertama kali adalah keluarga keturunan Tionghoa dan lantas berganti dengan keluarga Belanda. Disebutkan bahwa pemilik terakhir, sebelum dikelola oleh pemerintah Prancis adalah Trimaryono, S.H dan Ir. Pranowo.
Continue reading »

-7.290322 112.789003

Arsitektur Kota: Estetika Merangkul Ruang dan Waktu

29 Rabu Sep 2010

Posted by Aji Prarismawan in Apa Kata Mereka

≈ Tinggalkan sebuah Komentar

Tag

Arsitektur, kota, Ruang, Waktu

oleh Aant S. Kawisar

BOCAH berumur lima tahun, dalam lomba lukis anak-anak dengan tema menggambar kota belum lama ini di Yogyakarta, menghadirkan pemandangan kota yang berbeda dari peserta lainnya. Di mana rata-rata peserta melukis kota dalam bentuk deretan gedung-gedung bertingkat, jalan raya yang membelah di tengah dengan jejeran tiang listrik, mobil, sepeda, becak, dan pejalan kaki. Sementara bocah berumur lima tahun itu, menyapu tiga perempat bidang kertas gambarnya dengan crayon hijau, dan di sudut kiri atas, ia goreskan sederetan kecil garis-garis vertikal menyerupai pagar, dan tiga buah layang-layang di atasnya dalam komposisi warna merah, ungu dan kuning. Ketika didesak oleh ibunya untuk diselesaikan, agak marah bocah tersebut berkata:

“Ini kan sudah…sudah selesai kok. Kan biar lapang tempat aku dan teman-teman bermain….”

Dalam ketercengangan, saya teringat almarhum pelukis Affandi. Di sekitar awal tahun 80-an, Affandi pernah melukis salah satu sudut kota Jakarta. Tepatnya di sekitar Hotel Indonesia. Dan yang menjadi aikon pemandangan di tempat itu, adalah bundaran air mancur dan patung selamat datang yang terletak di tengah-tengah muara simpang jalan. Oleh Affandi, bundaran air mancur itu, lengkap dengan patungnya ia pindahkan ke pojok kiri, ke luar dari jalan raya. Ketika ditanya, dengan entengnya ia menjawab: “Biar tidak macet….”

Dari dua peristiwa yang kelihatan amat sederhana tersebut, sebagai bentuk ekspresi, ia mengingatkan kepada kita bahwa wajah sebuah kota memang merupakan bagian dari ekspresi masyarakatnya. Bahkan oleh bocah berumur lima tahun sekalipun. Secara intuitif ia sesungguhnya merupakan penyikapan terhadap ruang. Dalam konteks ruang kota, pelukis Affandi dan bocah berumur lima tahun itu, setidaknya telah mengajarkan kepada kita salah satu bentuk dari penyikapan tersebut. Betapapun sederhananya.
Continue reading »

-7.290322 112.789003

Mengisi Lubang di “Hati” (Sebuah Catatan Kecil Untuk “Relativitas-Arsitek di Ruang Angan dan Kenyataan”)

17 Sabtu Jan 2009

Posted by Aji Prarismawan in Selamat Pagi...!

≈ 5 Komentar

Tag

Adi Purnomo, Arsitektur, Kenangan, Material, Relativitas, Ruang, Tempat

Relativitas-Arsitek di ruang angan dan kenyataan

Relativitas-Arsitek di ruang angan dan kenyataan

At the time when I thought life was most important,
it was painful for me to live

On the day when I found there was
something more important than life,
it became joyful for me to life

Life-Columbine (1986)

Tomihiro Hoshino

Syair tersebut merupakan bagian penutup sekaligus menjadi salah satu pengantar bagi Adi Purnomo saat mengikuti Sayembara Internasional Museum Tomihiro Hoshino di Azuma,Jepang.

Adi Purnomo (biasa disapa Mamo), praktisi arsitek yang lahir di Yogyakarta, menyelesaikan pendidikan formalnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan memperkaya khazanah ber-arsitekturnya di beberapa biro konsultan ini pernah mendapatkan penghargaan utama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk serial ‘rumah urban’ kategori rumah tinggal pada tahun 2002. Pada tahun yang sama juga memperoleh penghargaan arsitek muda dari Ikatan Arsitek Indonesia serta terpilih menjadi tokoh arsitek tahun 2001 oleh majalah Tempo.
Continue reading »

♣ Jejak…..

Arsitek di ruang angan dan kenyataan

♣ Blogroll

  • 19design – Arsitektur Interior Landscape
  • greenatlas
  • greenmap
  • Kajian Internasional Strategis
  • naris batik
  • supergaban

♣ Kategori

♣ Arsip

♣ Translate To

♣

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

♣ Pengunjung

  • 24,878 hits

♣ Statistik Blog

HTML hit counter - Quick-counter.net
Add to Technorati Favorites
Check PageRank

♣ Dimanakah Aku

♣ Statusku

♣ Online

online counter

♣ Almanak

Mei 2012
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

♣ Tulisan Terkini

  • Trowulan, Melacak Jejak Masa Lalu
  • Syang Art Space
  • Indonesiaku Kini, “Sambung Menyambung Menjadi Satu”
  • Langgeng Fine Art Gallery, Sebuah Catatan dan Harapan
  • Menuju Surabaya yang Lebih Hijau

♣ Tulisan Teratas

  • Malioboro: Dari Kematian Tugu Waktu sampai Politik Tanda Mata
  • Menuju Surabaya yang Lebih Hijau
  • Balai Kota Surabaya (Staadhuis te Soerabaia), “Total Work of Art”
  • Menyusuri Jejak Masa Lalu ("Makam Tua Peneleh")
  • Selamat Pagi...!

♣ Kata Kunci

alun-alun Arsitektur Art Deco Bambang D.H BBM Belanda Deddy irianto Euro 2008 Galeri Langgeng Gedung Bundar Hugo Chavez inefisiensi Insomnia Jawa Pos Kafein Kebangkitan Nasional kemacetan Kenaikan BBM kolonial kota Lebaran lembur Magelang Malioboro Minyak OPEC Pasar Pasar Turi pedestrian pemadaman bergilir penataan PLN Ruang ruang publik Sehat Senirupa Shopping City SSF Stress Sultan Hamengku Buwono X Surabaya Thomas Karsten Tidur transportasi zebra cross

♣ Komentar Terakhir

eko on Langgeng Fine Art Gallery, Seb…
cincinatim on Gedung Bundar, Bukti Keberadaa…
okta on Syang Art Space
okta on Syang Art Space
dian cahyo on Membangun Kawasan Bersejarah y…
Mario on Menyusuri Jejak Masa Lalu (…
Tina Chayanx Adix on Selamat Pagi…!
Tina Chayanx Adix on Selamat Pagi…!
De'e Pothele on Jejak Purba di Sangiran
martha Hartanti on Galeri Langgeng dan Hiruk Piku…

♣ Catatan Arsitektural-ku

19desain

♣ Portofolioku

Gerbang Tol Waru

BBPJN V - 3

BBPJN V - 2

BBPJN V - 1

Islamic Village

More Photos

♣ Dunia-ku

Aji Prarismawan | Create your badge

Blog pada WordPress.com. Tema: Chateau oleh Ignacio Ricci.