Air (Mimik dan Momok), Sebuah Kearifan Dalam Hidup

1 02 2008

Tes…tes…tes…
Itulah sedikit gambaran yang telah kita ketahui tentang butiran air yang menetes. Sedikit berandai-andai, membayangkan butiran air yang menetes di atas bebatuan. Perlahan, seakan menunjukkan sebuah kesabaran. Tetes demi tetes, detik demi detik seakan tak pernah berhenti membuat cerukan-cerukan di atas batu. Waktu seakan menjadi saksi bisu akan sebuah kesabaran. Satu tetes, dua tetes sampai akhirnya ribuan tetes air berkumpul dan mengalir dari celah-celah bebatuan, menjadi satu dalam sebuah kejernihan mata air. Pernahkan kita mencoba melihat dan memahami kejernihan itu?
Mendekatkan wajah kita dalam pantulan sang air, maka yang ada di balik kejernihan adalah bayangan wajah kita sendiri. Yang ada adalah pantulan kejujuran dan kepolosan. Baca entri selengkapnya »