Tag

, ,

Kondisi pasar kita

PASAR tak jarang menjadi cikal-bakal tumbuhnya sebuah kota. Begitu yang terjadi pada Surakarta dan Bukittinggi. Sejarah mencatat pasar-pasar yang dibangun pada awal abad ke-20 di kota-kota besar Hindia Belanda dirancang oleh arsitek terkemuka pada masa itu dan didasari atas rasa hormat terhadap fungsinya sebagai ruang publik serta empati pada tumbuhnya ekonomi rakyat.

Bagaimanapun juga pasar bukan sekedar tempat kegiatan ekonomi semata.  Ada aktivitas komunikasi dan rasa saling memanusiakan sesama. Tak terbayangkan jika akhirnya warga tidak mengenal pasarnya,  sibuk menjejali ruang pribadinya dengan segala bentuk dan rupa konsumsi hingga rumah-rumah mereka menjadi tertutup (introvert). Di sisi lain, pengelola kotapun menjejali dan menjarah ruang publiknya untuk keperluan komersial belaka.

Akankah “ pasar ilang kumandhange “ ……?????

Sumber gambar klik di sini.