Mengisi Lubang di “Hati” (Sebuah Catatan Kecil Untuk “Relativitas-Arsitek di Ruang Angan dan Kenyataan”)

17 01 2009

Relativitas-Arsitek di ruang angan dan kenyataan

Relativitas-Arsitek di ruang angan dan kenyataan

At the time when I thought life was most important,
it was painful for me to live

On the day when I found there was
something more important than life,
it became joyful for me to life

Life-Columbine (1986)

Tomihiro Hoshino

Syair tersebut merupakan bagian penutup sekaligus menjadi salah satu pengantar bagi Adi Purnomo saat mengikuti Sayembara Internasional Museum Tomihiro Hoshino di Azuma,Jepang.

Adi Purnomo (biasa disapa Mamo), praktisi arsitek yang lahir di Yogyakarta, menyelesaikan pendidikan formalnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan memperkaya khazanah ber-arsitekturnya di beberapa biro konsultan ini pernah mendapatkan penghargaan utama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk serial ‘rumah urban’ kategori rumah tinggal pada tahun 2002. Pada tahun yang sama juga memperoleh penghargaan arsitek muda dari Ikatan Arsitek Indonesia serta terpilih menjadi tokoh arsitek tahun 2001 oleh majalah Tempo.
Baca entri selengkapnya »